DEMI MEMUTAKHIRKAN DATA, DINAS SOSIAL KABUPATEN NUNUKAN BERIKAN BIMTEK PETUGAS PENCACAH LAPANGAN

DEMI MEMUTAKHIRKAN DATA, DINAS SOSIAL KABUPATEN NUNUKAN BERIKAN BIMTEK PETUGAS PENCACAH LAPANGAN

News Update – Seiring dengan program pemerintah untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, Dinas Sosial Kabupaten Nunukan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Petugas Pencacah Lapangan (PCL) Data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Melalui Mekanisme Pemutakhiran Mandiri yang dilaksanakan di Hotel Laura pada Selasa pagi ini. (20/3)

Sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin, khususnya Pasal 9 yakni seorang fakir miskin yang belum terdata dapat secara aktif mendaftarkan diri kepada Lurah atau Kepala Desa atau nama lain yang sejenis di tempat tinggalnya, dan kepala keluarga yang telah terdaftar sebagai fakir miskin wajib melaporkan setiap perubahan data anggota keluarganya kepada Lurah atau Kepala Desa atau nama lain yang sejenis di tempat tinggalnya.

Berdasarkan Undang-Undang tersebut, maka data masyarakat yang kurang mampu yang sudah diverifikasi akan dianalisa di tingkat Nasional sehingga menghasilkan data terpadu Program Penanganan Fakir Miskin (PPFM) yang termutakhirkan dan selanjutnya akan digunakan sebagai dasar dalam penentuan sasaran penerima program bantuan sosial di Indonesia. Untuk itu Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) bertujuan untuk membantu agar masyarakat kurang mampu yang belum menerima program perlindungan sosial dapat mendaftarkan diri secara aktif dan mandiri.

“Saya berharap Petugas Pencacah Lapangan (PCL) yang akan mendapatkan bimbingan teknis pendataan pada hari ini agar benar-benar menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk memutakhirkan data KPM,” tutur Bupati Nunukan dalam sambutannya yang dibacakan H. Hanafiah selaku Asisten Kesejahteraan Rakyat.

Pembukaan bimbingan teknis yang juga dihadiri beberapa unsur FKPD dan jajaran Lurah yang ada di Kabupaten Nunukan, diikuti oleh kurang lebih 53 orang yang diutus dari 19 Kecamatan dan menghadirkan narasumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Nunukan, Bappeda, serta tentunya dari Dinas Sosial sendiri. Setelah rangkaian seremonial pembukaan Bimtek tersebut berakhir, para peserta lalu dibagi menjadi 2 kelompok dan dialihkan menuju Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Aula Dinas Kesehatan di Kompleks Kantor Gadis II untuk menerima materi yang akan diberikan oleh para narasumber. (MRP/editor:RDJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *