OPERASI TERITORIAL TAHUN ANGGARAN 2018 DIGELAR DI SEI. MENGGARIS

OPERASI TERITORIAL TAHUN ANGGARAN 2018 DIGELAR DI SEI. MENGGARIS

News Update – Pukul 07.00 Wita hari ini, Wakil Bupati Nunukan H. Faridil Murad beserta rombongan yang berasal dari perwakilan FKPD dan OPD Kabupaten Nunukan bertolak menuju Desa Kanduangan Kecamatan Sei. Menggaris untuk mengikuti upacara pembukaan Operasi Teritorial Tahun Anggaran 2018. Upacara ini pun dihadiri oleh Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto dan Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol M. Naufal Yahya.(3/4)

Pangdam VI Mulawarman bersama Wakapolda Kalimantan Timur tiba di lokasi upacara dan disambut dengan tarian khas Kabupaten Nunukan yaitu Tarian Tepung Tawar. Tak berselang lama setelah tiba, upacara pembukaan Operasi Teritorial langsung dilaksanakan dan Pangdam VI Mulawarman mengambil tempat sebagai inspektur upacara, sekaligus membuka secara resmi kegiatan Operasi Teritorial tersebut.

Kegiatan yang dilaksanakan di wilayah Kodam VI Mulawarman, bertujuan untuk menciptakan stabilitas keamanan dari segala bentuk gangguan yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa, memantapkan nasionalisme, serta bagian dari upaya bangsa untuk memberantas peredaran narkoba. Program ini juga dilaksanakan sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam memberdayakan wilayah pertahanan dan membantu tugas pemerintah daerah dalam meningkatkan pembangunan di daerah, memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Operasi Teritorial ini dilaksanakan selama 70 hari, terhitung mulai tanggal 3 April 2018 sampai dengan 11 Juni 2018 di Desa Sekaduyantaka Kecamatan Sei. Menggaris Kabupaten Nunukan. Operasi ini adalah program yang dicanangkan oleh Markas Besar (Mabes) Tentara Republik Indonesia (TNI) dan sasaran utamanya adalah daerah-daerah yang memang membutuhkan kehadiran TNI dan pemerintah setempat. Adapun sasaran operasi ini terbagi menjadi kegiatan fisik dan non fisik.

Kegiatan fisik yang dilakukan antara lain, pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Sedangkan kegiatan non fisik adalah penyuluhan-penyuluhan, sunatan masal, serta pasar murah yang dititikberatkan untuk meningkatkan motivasi dan kreatifitas guna menaikkan kuantitas hidup masyarakat kearah kehidupan sosial yang lebih baik, sejahtera dan mandiri. “Kegiatan nonfisik juga diharapkan dapat menggugah dan memupuk komitmen persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa,” ujar Mayjen TNI Subiyanto selaku Pangdam VI Mulawarman dalam sambutannya.

Jumlah pasukan yang dilibatkan dalam Operasi Teritorial ini sebanyak 225 orang yang terbagi di 3 Kabupaten perbatasan, yaitu Nunukan, Malinau dan Mahulu. Dimana setiap Kabupaten pasukan yang ditugaskan kurang lebih sekitar 60 sampai 70 orang. Ini juga merupakan program lintas sektoral yang dilaksanakan sebagai wujud kepedulian TNI untuk membantu pemerintah daerah dalam memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana prasarana yang ada.

“Kita harus yakin dan percaya bahwa pemerintah pusat, pemerintah daerah dan aparat TNI, serta Polri akan menjamin keamanan dan kesejahteraan,” ungkap Mayjen TNI Subiyanto ketika diwawancarai oleh awak media.

Pangdam VI Mulawarman dan Wakapolda Kalimantan Timur beserta rombongan melanjutkan perjalanan setelah seremonial upacara pembukaan selesai, menuju ke pos gabungan, lalu bertolak kembali ke Tarakan menggunakan helikopter. (MRP/editor:RDJ)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *