Bupati Nunukan Apresiasi Kekompakan Pakuwaja Nunukan

Bupati Nunukan Apresiasi Kekompakan Pakuwaja Nunukan

Giat Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Paguyuban Keluarga Warga Jawa (Pakuwaja) Kabupaten Nunukan pada Sabtu (21/7) malam mendapatkan apresiasi dari Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid. Bagaimana tidak, dalam kurun waktu belum setahun, Pakuwaja telah menyelenggarakan dua kegiatan besar. Yaitu pelantikan pengurus Pakuwaja dan Halal bi Halal yang bertempat di gedung Ali Akbar, Nunukan.

“Saya terharu melihat kekompakan Paguyuban Keluarga Jawa yang ada di Nunukan ini. Walaupun saya sendiri punya persatuan keluarga dari suku lain, namun belum pernah terselenggara acara seperti ini, ” ungkap orang nomor satu di Kabupaten Nunukan ini.

Lebih lanjut Bupati mengatakan agar persatuan keluarga Jawa ini membawa dampak yang positif terhadap pembangunan Kabupaten Nunukan yang lebih baik. Beliau menginginkan semua suku yang ada dikabupaten Nunukan tetap rukun, damai dan kompak ditengah gempuran berbagai isu sara seperti yang tengah marak di media sosial saat ini.

Namun, Bupati juga menyoroti pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai jadwal. Kegiatan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah, jajaran kepala perangkat daerah, unsur TNI/Polri, tokoh agama dan masyarakat ini memang molor dari waktu yang ditentukan. Beliau berpesan agar pelaksanaan kegiatan yang akan datang memperhatikan waktu kegiatan dengan seksama.

“Pepatah yang mengatakan waktu lebih berharga daripada uang itu betul. Saya sendiri pernah mengalami diundang presiden tapi kena macet dan terlambat. Akhirnya tidak boleh memasuki ruang acara. Biarpun saya bupati, paspampres tidak perduli.” ujar bupati.

Belajar dari pengalaman itulah bupati sangat menghargai waktu yang ada. Dirinya mengatakan agar seluruh masyarakat yang ia pimpin harus menghargai juga waktu yang ada dan terus belajar serta berbenah menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu juga harus memiliki mental yang tangguh agar siap bersaing dengan masyarakat dari daerah lain.

“Sekarang saatnya revolusi mental. Semua lapisan masyarakat harus siap. Kalau tidak kita akan ketinggalan,” tutup bupati. (cha)

BUPATI NUNUKAN HADIRI SYUKURAN RAMPUNGNYA PEMBANGUNAN PASAR TRADISIONAL LIEM HIE DJUNG

BUPATI NUNUKAN HADIRI SYUKURAN RAMPUNGNYA PEMBANGUNAN PASAR TRADISIONAL LIEM HIE DJUNG

News Update – Pekembangan sebuah daerah, maju atau tidaknya tergantung perputaran ekonomi yang berjalan. Seiring berjalannya Kabupaten Nunukan dibawah kepemimpinan Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid, serta sebagai visi dan misi orang nomor satu di Kabupaten Nunukan ini yang fokus bergerak dibidang agrobisnis. Melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian syukuran atas selesainya pembangunan Pasar Tradisional Liem Hie Djung dilaksanakan dan dihadiri secara langsung oleh Bupati Nunukan serta turut hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian, Wakil Ketua DPRD Nunukan, para pengusaha yang akan menempati pasar tersebut dan Mantan Bupati Pertama H. Hafid Achmad. Acara Sykuran tersebut dilaksanakan di Pasar Liem Hie Djung Kelurahan Nunukan Barat pagi tadi Jumat (20/7).

Sejak peletakan batu pertama pembangunan Pasar Tradisional ini menggunakan anggaran APBN tahun 2017 yang lalu. Proses pembangunan tidak terlalu lama memakan waktu sehingga pembangunan Pasar Tradisional yang diidamkan masyarakat Nunukan telah rampung 100%. Pembangunan Pasar Tradisional Liem Hie Djung ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, dengan menggelontorkan dana sebesar 5,6 Miliar Rupiah yang bersumbaer dari Dana Tugas Pembantuan (TP) APBN Tahun 2017. Dengan program Revitalisasi Pasar Rakyat ini, merupakan bentuk komitmen Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan daya saing, meningkatkan kesejahteraan para pedagang melalui peningkatan omzet, mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat serta mendorong terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Jabbar mengatakan “Pasar 55 Petak berupa Kios, 198 Petak berupa Los, sarana pendukung antara lain mushola, cold storage, tempat pembuangan sampah, ruangan khusus menyusui, toilet dan ruangan untuk pengelola. Sedangkan untuk pembagian kios melalui pengundian juga telah dilaksankan pada tanggal 9 juli 2018 bertempat di lantai V kantor bupati Nunukan.”

Pada kesempatan yang sama Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menyampaikan “setelah sekian lama penantian akhirnya pasar yang diidamkan selama ini telah selesai dibangun, pasar yang semegah ini jika tidak difungsikan dan dirawat dengan baik percuma dan akan sia-sia saja, saya ingatkan kepada pengurus pasar agar nantinya dapat dikelola dengan sebaik mungkin.”

Bupati cantik ini juga berharap “dengan adanya Pasar Tradisional ini semoga perdagangan di Kabupaten Nunukan dapat menjadikan Nunukan sebagai pusat perekonomian diwilayah perbatasan Kalimantan Utara. Dan saya juga berharap dalam pengelolaan Pasar Tradisional ini agar ditata dengan rapi karena pasar ini berada diwilayah pesisir dimana jalur perhubungan dari wilayah sebuku langsung terlihat jelas, jadi tolong pasar ini di jaga kebersihanya.” (HBM/Foto:MRP)

DARI KUNYIT SEBUKU INDRA JADI JUARA KALTARA

DARI KUNYIT SEBUKU INDRA JADI JUARA KALTARA

NewsUpdate – Ajang bergengsi merangkul pelajar berprestasi dalam bidang seni dikenal dengan Festival Lomba Seni Siswa Nasional disingkat FLS2N. Gawean Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini berjenjang dari tingkat kabupaten hingga Nasional.

Adapun yang diperlombakan pada FLS2N tingkat provinsi ini adalah tari tradisional, menyanyi solo, gitar solo dan desain poster. Indra Justify Sasue putra dari Janis Sasue salah satu peserta dari SMP N 2 Sebuku Kabupaten Nunukan behasil menjadi juara satu Provinsi Kaltara dan mengantongi tiket menuju tingkat Nasional yang bakal di laksanakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Bangka Belitung pada Bulan Agustus 2018 mendatang.

Bakat alami Indra sapaan akrabnya ini berhasil mengharumkan nama daerah pada level provinsi sebagai pemenang juara satu pada cabang lomba gitar solo. Dengan penuh bangga Indra mengatakan, “semoga dengan prestasi ini saya akan dapat mengangkat nama daerah juga sekaligus membuktikan kepada seluruh pelajar Kabupaten Nunukan bahwa letak geografis kita di pedalaman dan perbatasan ini juga punya peluang yang sama,” tutupnya.

Sementara perwakilan Kabupaten Nunukan lainya, Dwi dari SMP N 1 Nunukan yang mengikuti cabang lomba menyanyi solo dengan suara emasnya harus bersabar dengan posisi juara 3. Fitri Naya dari SMP N 1 Sebuku juga harus puas dengan posisi juara 2 pada cabang lomba desain poster. Sementara dari lomba tari perwakilan SMP N 2 Nunukan berada pada juara 3.

Mengetahui prestasi ini Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura melalui pesan singkat mengucapkan selamat atas juara yang didapatkan oleh seluruh delegasi Nunukan baik FLS2N maupun O2SN.
“Terus berprestasi dan dan berkreasi untuk kemajuan daerah”, pesannya kepada siswa siswi delegasi Nunukan.

Festival Lomba Seni Siswa Nasional dan juga Olimpiade Olahraga Siswa Nasional kali ini Nunukan mendapatkan tempat ke dua Juara Umum tahun 2018. Acara yang resmi dibuka pada 17 juli 2018 dan resmi ditutup pada (20/7) di gedung serba guna SMA N 1 Tarakan, Merupakan program sinergis antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi serta kabupaten/kota(Awan79).

PEMUSNAHAN NARKOTIKA JENIS SABU OLEH POLRES NUNUKAN

PEMUSNAHAN NARKOTIKA JENIS SABU OLEH POLRES NUNUKAN

News Update : Hari ini Kamis 19/07 yang bertempat di halaman Polres Nunukan, AKBP. Jefri Yuniardi S.I.K di dampingi Kepala BNNK Nunukan, Kepala Kejaksaan Negeri Nunukan dan Komandan Satgas Pamtas melaksanakan giat pemusnahan barang Bukti Narkotika jenis Sabu seberat 2.870,74 Gram yang di amankan oleh Resnarkoba Polres Nunukan.

Menurut keterangan Dari Kasat Resnarkoba AKP. Muhammad Hasan, “bahwa barang haram jenis sabu tersebut kami dapatkan dari beberapa TKI yang bekerja di Malaysia yang sekembalinya dari sana mereka di titipi barang tersebut. Mungkin karena faktor ekonomi yang tidak memadai makanya mereka nekat membawa Narkotika Jenis sabu itu ke indonesia.

Terkait masalah pengembangan kami tidak pernah berhenti untuk terus melakukan pengembangan, contohnya sekarang kami ada LP sampai 1 kg itu kami sampai pengembangan hingga ke samarinda dan itu termasuk Kurir, pengatur Kurir, pemilik Dana, hingga pemilik barangnya. Yang belum tersentuh itu adalah Hulunya karena di negara lain, tapi bagian Hilirnya ketika kita bisa melakungan pengembangan pasti kita akan melakukan penangkapan sampai ke ujung-ujungnya. (SNI)

BUPATI NUNUKAN PAPARKAN TEROBOSAN LAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN NUNUKAN DALAM TAHAP AKHIR PENJURIAN IAI 2018

BUPATI NUNUKAN PAPARKAN TEROBOSAN LAYANAN PUBLIK DI KABUPATEN NUNUKAN DALAM TAHAP AKHIR PENJURIAN IAI 2018

News Update – Masuk dalam Top 2 “Potensial” untuk kategori Kabupaten Potensial Pelayanan Publik pada Indonesia’s Attractiveness Index (IAI) 2018 menambah semangat bagi Kabupaten Nunukan. Penghargaan ini diiadakan oleh Tempo Media Group bersama Frontier Consulting Group. Sebagai tahap akhir dalam penjurian IAI , Bupati Nunukan telah menyampaikan presentasi di depan Dewan Juri hari ini. (18/7)

Dalam presentasi tersebut, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Nunukan Robby Nahak Serang bersama Sekretaris Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Nunukan Suaedi. Paparan dilakukan di Gedung Tempo Lantai 8 Palmerah, Jakarta selama hampir satu jam dengan bermacam pertanyaan dari Dewan Juri.

Mengawali presentasi, Laura menjelaskan profil Kabupaten Nunukan secara umum baik dari segi geografis hingga potensi daerahnya. Selanjutnya, ada 3 pelayanan publik di Kabupaten Nunukan yang diangkat dalam presentasi tersebut yakni terkait layanan dokumen kependudukan, Layanan Terpadu Satu Pintu (LTSP) dokumen TKI, serta Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Perizinan.

“Kami di daerah melakukan terobosan jemput bola melalui kecamatan-kecamatan agar masyarakat dapat terlayani dengan maksimal. Terobosan juga dilakukan melalui media sosial mengikuti perkembangan teknologi masa kini,” jelas Laura meyakinkan.

Laura juga mengatakan bahwa di Nunukan pun terobosan yang ada ini dijalankan secara bertahap dimulai dari kota. Untuk kecamatan-kecamatan, terkhusus daerah terdalam dan terpencil akan dilakukan sosialisasi terlebih dahulu. “Semua bisa berjalan normal selama jaringan juga stabil,” imbuh bupati cantik ini.

Penghargaan IAI ini juga sangat diapresiasi dan disambut positif oleh Buupati Nunukan. “Semoga ini semakin memotivasi kita di daerah untuk terus meningkatkan pelayanan publik,” seru Laura usai presentasi. (RDJ)